Hallo..

Selamat Natal Smua..
Smoga damai natal bersama kalian..

dan juga..

Selamat Taun Baru..
Smoga di taun baru ini qt semakin sukses..

hahhaha..

GBU..^^

Comments No Comments »

For as long as I can remember
you have been by my side
to give me support
to give me confidence
to give me help

For as long as I can remember
you have always been the person I looked up to
so strong
so sensitive
so pretty

For as long as I can remember
and still today
you are everything a mother should be

For as long as I can remember
you have always provided stability within our family
full of laughter
full of tears
full of love

So much of what I have become
is because of you
and I want you to know
that I appreciate you, thank you
and love you
more than words can express

Comments No Comments »

Ketika aku masih kecil, waktu itu ibuku sedang menyulam sehelai kain. Aku yang sedang bermain di lantai, melihat ke atas dan bertanya, apa yang ia lakukan. Ia menerangkan bahwa ia sedang menyulam sesuatu diatas sehelai kain. Tetapi aku memberitahu kepadanya, bahwa yang aku lihat dari bawah adalah benang ruwet.
Ibu dengan tersenyum memandangiku dan berkata dengan lembut, “Anakku, lanjutkanlah permainanmu, sementara ibu menyelesaikan sulaman ini, nanti setelah selesai, engkau akan kupanggil dan kududukkan di atas pangkuan ibu dan kamu dapat melihat sulaman ini dari atas”.
Aku heran mengapa ibu menggunakan benang hitam dan putih begitu semrawut menurut pandanganku.
Beberapa saat kemudian aku mendengar suara ibu memanggil, “Anakku, mari kesini dan duduklah di pangkuan ibu”.
Waktu aku lakukan itu, aku heran dan kagum melihat bunga-bunga yang indah, dengan latar belakang pemandangan matahari yang sedang terbit, sungguh indah sekali. Aku hampir tidak percaya melihatnya, karena dari bawah yang aku lihat hanyalah benang-benang yang ruwet.
Kemudian ibu berkata, “Anakku, dari bawah memang nampak ruwet dan kacau, tetapi engkau tidak menyadari bahwa di atas kain ini sudah ada gambar yang direncanakan, sebuah pola, ibu hanya mengikutinya. Sekarang, dengan melihatnya dari atas engkau dapat melihat keindahan dari apa yang ibu lakukan”.
Sering selama bertahun-tahun, kita melihat ke atas dan bertanya kepada Allah Bapa, “Bapa, apa yang Engkau lakukan?”.
Ia menjawab, “Aku sedang menyulam kehidupanmu”.
Dan aku membantah, “Tetapi nampaknya hidup ini ruwet, benang-benangnya banyak yang hitam, mengapa tidak semuanya memakai warna yang cerah?”.
Kemudian Bapak menjawab, “Anakku, kamu teruskan pekerjaanmu, dan Aku juga menyelesaikan pekerjaanKu di bumi ini, satu saat nanti aku akan memanggilmu ke surga dan mendudukkan kamu di pangkuanKu dan kamu akan melihat rencanaKu yang indah dari sisiKu”.
Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada padaKu mengenai kamu, demikianlah Firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan”. (Yer 29 : 11)

Comments No Comments »

Pada suatu sore, seorang anak menghampiri ibunya di dapur, yang sedang menyiapkan makan malam, dan ia menyerahkan selembar kertas yang selesai ditulisinya. Setelah ibunya mengeringkan tangannya dengan celemek, ia membacanya dan inilah tulisan si anak:

= Untuk memotong rumput minggu ini Rp. 7 500,00
= Untuk membersihkan kamar minggu ini Rp. 5 000,00
= Untuk pergi ke toko menggantikan nama Rp. 10 000,00
= Untuk menjaga adik waktu mama belanja Rp. 15 000,00
= Untuk membuang sampah setiap hari Rp. 5 000,00
= Untuk rapor yang bagus Rp. 25 000,00
= Untuk membersihkan dan menyapu halaman Rp. 12 500,00
————————————————————————-
Jumlah utang Rp. 80.000,00

Si ibu memandang anaknya yang berdiri di situ dengan penuh harap, dan berbagai kenangan terlintas dalam pikiran ibu itu. Kemudian ia mengambil bolpen, membalikkan kertasnya, dan menulis:
Untuk sembilan bulan ketika mama mengandung kamu selama kamu tumbuh dalam perut mama, Gratis.
Untuk semua malam ketika mama menemani kamu, mengobati kamu, dan mendoakan kamu, Gratis.
Untuk semua saat susah, dan semua air mata yang kamu sebabkan selama ini, Gratis.
Untuk semua malam yang dipenuhi rasa takut dan untuk rasa cemas di waktu yang akan datang, Gratis.
Untuk mainan, makanan, baju, dan juga menyeka hidungmu, Gratis,
Anakku. Dan kalau kamu menjumlahkan semuanya, harga cinta sejati mama adalah GRATIS.

Setelah selesai membaca apa yang ditulis ibunya, ia menatap wajah ibunya dan berkata: ‘Ma, aku sayang sekali pada Mama’.

Dan kemudian ia mengambil bolpen dan menulis dengan huruf besar-besar: “LUNAS”.

Comments No Comments »

Burung Kolibri Biru

Pada jaman dahulu hiduplah seorang pemuda di sebuah tempat yang jauh yang bernama Tandow. Pemuda tersebut adalah seorang anak periang dan tidak peduli terhadap sekelilingnya. Ia mempunyai sahabat kecil yang istimewa, yaitu seekor burung kolibri biru. Ia tidak mempunyai banyak sahabat karib, namun keduanya merupakan sahabat karib yang tak terpisahkan. Pemuda itu demikian sayangnya terhadap si kolibri biru sehingga ia membuat rumah-rumahan untuk burung tersebut. Si kolibri biru pun menyayangi pemuda sahabatnya tersebut dan selalu terbang mengikuti ke mana saja si pemuda pergi.

Sejalan dengan berlalunya waktu, kasih sayang di antara mereka berdua juga semakin bertambah-tambah. Sampai suatu hari pemuda tersebut bertemu dengan seorang gadis yang cantik di sekolah. Gadis tersebut berambut pirang, bermata biru, dengan senyumnya yang mungil menawan.

Saat itu acara pesta dansa terbesar sepanjang tahun di Tandow sedang akan berlangsung. Si pemuda berpikir keras bagaimana caranya mengajak si gadis untuk menjadi pasangannya di pesta dansa nanti. Sepanjang hari ia mengumpulkan segenap keberaniannya. Akhirnya, saat sekolah usai, ia menghampiri gadis itu dan mengajaknya ke pesta dansa.

Gadis ini adalah seorang gadis yang sangat populer di sekolahnya. Ia merasa tidak enak bila harus terlihat bersama dengan seseorang yang sangat memperhatikannya. Namun, ia tidak mau menyakiti hati pemuda tersebut.

Akhirnya si gadis menemukan cara agar ia tidak perlu menjawab dengan kata-kata ‘ya’ atau ‘tidak’ terhadap ajakan si pemuda. Ia berkata kepada si pemuda bahwa ia bersedia diajak ke pesta dansa olehnya jika si pemuda membawakannya setangkai mawar merah. Hal ini menyakitkan hati si pemuda sebab ia tahu bahwa di Tandow tidak pernah ada mawar berwarna merah. Yang ada hanya mawar putih saja. Si pemuda menggerutu sepanjang jalan menuju rumahnya. Dia tak habis berpikir mengapa si gadis tidak meminta mawar putih saja. Ada ratusan bunga mawar putih yang terhampar di halaman depan rumahnya.

Ia tidak menyadari sahabatnya si burung kolibri terbang mengikutinya sebab ia sedang menyesali nasibnya. Si kolibri demikian menyayanginya sehingga ia tahu bahwa sahabatnya itu sedang dirundung masalah. Burung tersebut terbang mendekat sementara si pemuda meneruskan gerutunya sepanjang jalan. Jelaslah sudah bagi si kolibri bahwa sahabatnya itu sedang mengalami masalah yang amat serius. Burung itu tidak dapat beristirahat sepanjang malam. Ia memikirkan bagaimana cara menolong sahabatnya tersebut.

Akhirnya, saat fajar menyingsing, si burung mendapatkan cara bagaimana ia dapat menolong si pemuda. Burung kolibri kecil itu terbang ke arah semak-semak mawar seraya mencari mawar putih paling besar yang batang berdurinya terletak tepat di atas bunganya. Setelah menemukannya, ia terbang menabrakkan dirinya yang kecil itu ke arah duri tersebut dengan segenap kekuatan sayapnya. Duri tersebut menusuk tubuhnya sedemikian rupa sehingga kesakitanlah ia. Tetesan darahnya yang bagaikan air mata berwarna merah itu mulai mengucur membasahi kelopak bunga mawar berwarna putih tersebut.

Ketika si pemuda bersiap-siap pergi ke sekolah dilihatnya setangkai mawar berwarna merah ada di tengah-tengah semak bunga mawar putih. Ia tidak dapat mempercayai matanya. Ia berlari ke arah mawar merah tersebut serta mencabut tangkainya. Dalam suka citanya ia tidak melihat seonggok tubuh kecil tak bernyawa yang tergeletak di tengah genangan darah di bawah semak-semak.

Dengan gembiranya ia membawa mawar merah itu ke sekolah. Sebelum ia sampai di sekolah, sekumpulan anak-anak muda yang sedang bermain sepak bola di lapangan memanggilnya untuk turut bermain bola dengan mereka. Jawaban pertama yang terlintas di benaknya adalah menolak ajakan tersebut karena ia memiliki pekerjaan yang lebih penting dari hanya sekedar bermain bola. Namun, anak-anak tersebut terus mendesaknya bermain sebab mereka sangat membutuhkan dirinya agar kedua kesebelasan menjadi genap jumlah pemainnya.

Ia melihat ke arah mawar merah, kemudian berpaling ke arah anak-anak itu, lalu kembali menoleh ke arah mawar merah. Akhirnya ia berkata kepada dirinya sendiri, “Ah!!! Bukankah si gadis toh tidak terlalu suka pergi dengan aku?”

Ia lalu membuang mawar merah tersebut dan berlari ke arah kerumunan anak-anak untuk turut bermain sepak bola.

Anda mungkin sudah menemukan perumpamaan tersebut sebagai berikut:

1. Pemuda tersebut ialah gambaran diri kita

2. Burung kolibri menggambarkan Yesus Kristus

3. Gadis menggambarkan kehidupan kekal

4. Mawar merah melambangkan pertobatan

5. Sepak bola melambangkan hal-hal duniawi yang seringkali kita anggap sangap penting dalam kehidupan

Comments No Comments »

Suatu hari seorang dosen sedang memberi kuliah tentang manajemen waktu pada para mahasiswa MBA.

Dengan penuh semangat ia berdiri depan kelas dan berkata, “Okay, sekarang waktunya untuk quiz.”

Kemudian ia mengeluarkan sebuah ember kosong dan meletakkannya di meja. Kemudian ia mengisi ember tersebut dengan batu sebesar sekepalan tangan. Ia mengisi terus hingga tidak ada lagi batu yang cukup untuk dimasukkan ke dalam ember.

Ia bertanya pada kelas, “Menurut kalian, apakah ember ini telah penuh?”

Semua mahasiswa serentak berkata, “Ya!”

Dosen bertanya kembali, “Sungguhkah demikian?”

Kemudian, dari dalam meja ia mengeluarkan sekantung kerikil kecil. Ia menuangkan kerikil-kerikil itu ke dalam ember lalu mengocok-ngocok ember itu sehingga kerikil-kerikil itu turun ke bawah mengisi celah-celah kosong di antara batu-batu.

Kemudian, sekali lagi ia bertanya pada kelas, “Nah, apakah sekarang ember ini sudah penuh?”

Kali ini para mahasiswa terdiam. Seseorang menjawab, “Mungkin tidak.”

“Bagus sekali,” sahut dosen.

Kemudian ia mengeluarkan sekantung pasir dan menuangkannya ke dalam ember. Pasir itu berjatuhan mengisi celah-celah kosong antara batu dan kerikil.

Sekali lagi, ia bertanya pada kelas, “Baiklah, apakah sekarang ember ini sudah penuh?”

“Belum!” sahut seluruh kelas.

Sekali lagi ia berkata, “Bagus. Bagus sekali.”

Kemudian ia meraih sebotol air dan mulai menuangkan airnya ke dalam ember sampai ke bibir ember.

Lalu ia menoleh ke kelas dan bertanya, “Tahukah kalian apa maksud illustrasi ini?”

Seorang mahasiswa dengan semangat mengacungkan jari dan berkata, “Maksudnya adalah, tak peduli seberapa padat jadwal kita, bila kita mau berusaha sekuat tenaga maka pasti kita bisa mengerjakannya.”

“Oh, bukan,” sahut dosen, “Bukan itu maksudnya. Kenyataan dari illustrasi mengajarkan pada kita bahwa:
Bila anda tidak memasukkan batu besar terlebih dahulu, maka anda tidak akan bisa memasukkan semuanya.”

Apa yang dimaksud dengan “batu besar” dalam hidup anda?
Anak-anak anda
Pasangan anda
Pendidikan anda
Hal-hal yang penting dalam hidup anda
Mengajarkan sesuatu pada orang lain
Melakukan pekerjaan yang kau cintai
Waktu untuk diri sendiri
Kesehatan anda
Teman anda

Ingatlah untuk selalu memasukkan “Batu Besar” pertama kali atau anda akan kehilangan semuanya. Bila anda mengisinya dengan hal-hal kecil terlebih dahulu, maka hidup anda akan penuh dengan hal-hal kecil yang merisaukan dan ini semestinya tidak perlu. Karena dengan demikian anda tidak akan pernah memiliki waktu yang sesungguhnya anda perlukan untuk hal-hal besar dan penting.

Oleh karena itu, tanyalah pada diri anda sendiri: “Apakah ‘Batu Besar’ dalam hidup saya?” Lalu kerjakan itu pertama kali.

NIAT BAIK JANGAN DITUNDA.

Comments No Comments »

Pada suatu hari ada seorang pria dari kampungnya berangkat ke jakarta, sebelum pergi kawan-kawannya berpesan supaya jangan kelihatan kampungannya. ..alias diJakarta itu harus pakai bahasa gaul kayak” lulu guagua”…gitu dahh…

Nah sesampainya di pelabuhan, nih orang kepeleset nginjak kulit pisang, pas turun dari tangga “dengan geram dan menahan malu ia sebenarnya ingin mengumpat..biasalah mau pakai bahasa daerah/kampungnya.

Tapi mengingat pesan kawan-kawannyanya ia pun bersabar dan menunggu di sekitar TKP. nah selang 2 menit ada yang jatuh juga nginjak tuh kulit pisang…”si mas yang baru jatuh pun mengumpat” DIANCOOKK..!!!”

“Mas..mas gua juga tadi DIANCOOKK di situ” si masnya pun jadi BENGONG….@?:@#!$

Comments No Comments »

Di suatu lift ada 6 orang di dalamnya. Di dekat pintu berdiri seorang bapak. Lalu berurutan di belakangnya seorang ibu bersama anak kecil, seorang pemuda, seorang nenek, dan seorang cewek cantik yang berdiri tepat di belakang nenek itu.

Tiba-tiba lift itu macet dan berhenti. Lalu tercium bau busuk di dalamnya.

Nenek : “SIAL SAPA NIH YANG KENTUT???”

Cewek Cantik : “IYA NIH SAPA YANG KENTUT, MANA BAU LAGI???”

Semua terdiam saling memandang. Setelah beberapa menit kemudian, tercium kembali bau busuk lagi.

Nenek : “WHOII.. SAPA NIH YANG KENTUT??? MAU BUNUH KITA DENGAN KENTUT LOE YAH???”

Cewek Cantik : “IYA, APA LOE MAU BUNUH KITA DENGAN KENTUT LOE???”

Si cewek cantik masih ngikutin tiap kata2 nenek itu seperti burung beo. Mereka semua masih terdiam dan memandang dengan tatapan saling menuduh. Akhirnya sang bapak2 itu pun angkat suara.

Bapak : “Sudah, kalo emang disini ada yang rasa kentut, tolong ditahan sampe kita keluar dari lift.”

Suasana kembali tenang. Mereka kembali menunggu hingga lift kembali jalan. Hingga tercium kembali bau kentut yang lebih busuk dari sebelum-sebelumnya.

Pemuda : “SIALAN!!!! SIAPA SIH NI YANG KENTUT??? BUSET KALI INI BAUNYA BENER-BENER LEBIH PARAH DARI BANGKAI TIKUS!!!”

Semua terdiam, dan saling memandang. Akhirnya…

Pemuda : “OKE BERHUBUNG GAK ADA YANG NGAKU, GUE SUMPAHIN TUH YANG KENTUT MANDUL TUJUH TURUNAN!!!”

Tiba-tiba….

Cewek Cantik : “Ampun bang, maaf. Yang kentut pertama ama kedua itu gue. Tapi kentut yang terakhir yang lebih busuk itu, bukan gue, tapi nenek ini. Tadi gue ngerasain aliran anginnya kena di paha gue. Nih nenek sih tenang-tenang aja, di sumpahin mandul. Nah gue??? kawin aja belom…”

Nenek : “Hahahaha.. kaciaaan deh loe….”

Comments 2 Comments »

Suatu hari ada gerombolan pemuda sedang nongkrong di bawah pohon sambil baca majalah porno.

Ketika sedang asik-asik baca tiba-tiba datang pak Haji memergokin anak muda tersebut sedang membaca majalah terlarang tersebut kemudian pak Haji menyita majalah tersebut dan mengusir anak-anak muda tersebut.

Kemudian karena penasaran pak Haji membaca majalah tersebut, ketika membuka majalah halaman demi halaman tersebut pak haji berkata
“Ya ammmpun”
“Ya Allah ampunilah anak-anak muda tersebut”
“Ya robi”
“Ya rasullulah”
“Yaaaa abis”

Comments No Comments »

Seorang polisi menyetop mobil yang sedang dikendarai Paijo. Polisi itu bilang bahwa sehubungan dengan kampanye hari Keselamatan Di Jalan Raya, Paijo mendapat hadiah uang tunai 10 juta rupiah. Itu karena Paijo mengenakan sabuk pengaman.

Paijo hampir-hampir tak percaya dengan keberuntungan ini.

“Ngomong-ngomong uangnya mau diapain nih?”, tanya pak Polisi tersebut.

“Hmmm….kayaknya akan saya pakai buat bikin SIM Pak”, jawab Paijo.

“Jangan dengarkan omongan dia Pak”, sela Sarimin teman Paijo yang duduk di sebelahnya, “Dia suka ngaco ngomongnya kalau lagi teler”

Udin yang tidur di kursi belakang kemudian terbangun, yang ketika melihat pak Polisi langsung berkata, “Benar kan kata saya, mobil curian kayak gini pasti dikenali polisi”

Saat itu juga terdengar ketukan dari bagasi belakang, disusul suara Prapto yang berteriak, “Hei, kita udah berhasil lewat perbatasan belum? Ganjanya bikin sesak nafas nih”

Pak Polisinya jatuh pingsan.

Comments No Comments »